Menurut Anda, mengapa kira-kira para broker di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) selalu bergembira ketika bel tanda penutupan perdagangan berbunyi - apapun yang terjadi di pasar hari itu? Karena setiap kali Anda melakukan perdagangan, mereka mendapatkan uang - tak peduli apakah Anda juga mendapatkan uang atau tidak. Dengan melakukan spekulasi ketimbang berinvestasi, Anda mengurangi peluang untuk menambah kekayaan Anda sendiri dan justru menambah kekayaan orang lain.
Definisi Graham tentang investasi sudah sangat jelas : "Tindakan investasi adalah tindakan yang, melalui analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan return (keuntungan/pengembalian) memadai." Perhatikan bahwa berinvestasi menurut Graham, terdiri dari tiga elemen :
- Anda harus menganalisis sebuah perusahaan secara menyeluruh, dan kokoh atau tidaknya fondasi bisnisnya, sebelum Anda membeli sahamnya;
- Anda harus mengambil tindakan untuk melindungi diri Anda dari kerugian besar;
- Anda harus memasang target untuk mencapai kinerja yang "lumayan", bukan yang luar biasa
Seorang investor mengalkulasi berapa nilai suatu saham, berdasarkan nilai bisnis perusahaan tersebut. Seorang spekulator berjudi bahwa suatu saham akan naik harganya karena ada orang lain yang mau membayar lebih tinggi lagi nanti. Seperti yang pernah dikatakan oleh Graham, investor memperhitungkan "harga pasar menggunakan standar-standar nilai yang telah ada," sedangkan spekulator "mendasarkan standar nilai (mereka) pada harga pasar." Bagi seorang spekulator, aliran harga saham yang terus-menerus bagaikan oksigen; jika berhenti maka ia akan mati. Bagi seorang investor, apa yang Graham sebut sebagai nilai "pasar" tidaklah begitu penting. Graham mengimbau Anda untuk melakukan investasi hanya jika Anda merasa nyaman memiliki suatu saham walaupun Anda tak tahu harga harian saham itu.
Disadur dari "The Intelligent Investor" oleh Benjamin Graham.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar