Kamis, Mei 28, 2009

Investor atau Spekulator ? Bagian 1

Menurut Anda, mengapa kira-kira para broker di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) selalu bergembira ketika bel tanda penutupan perdagangan berbunyi - apapun yang terjadi di pasar hari itu? Karena setiap kali Anda melakukan perdagangan, mereka mendapatkan uang - tak peduli apakah Anda juga mendapatkan uang atau tidak. Dengan melakukan spekulasi ketimbang berinvestasi, Anda mengurangi peluang untuk menambah kekayaan Anda sendiri dan justru menambah kekayaan orang lain.
Definisi Graham tentang investasi sudah sangat jelas : "Tindakan investasi adalah tindakan yang, melalui analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan return (keuntungan/pengembalian) memadai." Perhatikan bahwa berinvestasi menurut Graham, terdiri dari tiga elemen :
  • Anda harus menganalisis sebuah perusahaan secara menyeluruh, dan kokoh atau tidaknya fondasi bisnisnya, sebelum Anda membeli sahamnya;
  • Anda harus mengambil tindakan untuk melindungi diri Anda dari kerugian besar;
  • Anda harus memasang target untuk mencapai kinerja yang "lumayan", bukan yang luar biasa
Seorang investor mengalkulasi berapa nilai suatu saham, berdasarkan nilai bisnis perusahaan tersebut. Seorang spekulator berjudi bahwa suatu saham akan naik harganya karena ada orang lain yang mau membayar lebih tinggi lagi nanti. Seperti yang pernah dikatakan oleh Graham, investor memperhitungkan "harga pasar menggunakan standar-standar nilai yang telah ada," sedangkan spekulator "mendasarkan standar nilai (mereka) pada harga pasar." Bagi seorang spekulator, aliran harga saham yang terus-menerus bagaikan oksigen; jika berhenti maka ia akan mati. Bagi seorang investor, apa yang Graham sebut sebagai nilai "pasar" tidaklah begitu penting. Graham mengimbau Anda untuk melakukan investasi hanya jika Anda merasa nyaman memiliki suatu saham walaupun Anda tak tahu harga harian saham itu.
Disadur dari "The Intelligent Investor" oleh Benjamin Graham.

Senin, Mei 25, 2009

Krisis Global

Sejak krisis finansial melanda dunia, banyak investor mengalami kerugian. Lalu timbul pertanyaan, apakah pasar modal masih menjadi tempat yang baik untuk mendapatkan gain (keuntungan)? Atau jika ingin melindungi nilai dana agar tidak merosot dalam waktu sekejap, apa yang harus kita lakukan? Jika modal minim dan ingin investasi, bagaimana caranya supaya resiko tetap minim? Tidak sedikit investor yang khawatir dan bingung memikirkan "masa depan" dana yang mereka miliki.
Kinerja pasar modal masih belum normal, belum stabil. Yang terjadi banyak perusahaan multinasional yang bertumbangan karena sulitnya menjual produknya. Jadi harus bagaimana? Untuk itulah saya akan berbagi pengalaman bagaimana berinvestasi yang aman dan minim resikonya. Nantikan posting-posting berikutnya dengan tips-tips yang aman.
Berinvestasi yang benar pada Saham / Stock perlu dipelajari, pakar yang terkenal adalah Warren Buffet, dan Beliau belajar dari seorang yaitu Benjamin Graham.
Bukunya masih relevan sampai hari ini, yaitu "The Intelligent Investor"